Pakaian Tinggal Melekat di Badan, 8 Hari Kelaparan: Erwinsyah JZ 02 AUE Datang Membawa Cahaya Iman untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Selasa, 9 Desember 2025 - 18:46 WIB

50101 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN — Derita korban banjir Bukit Tempurung, Aceh Tamiang, benar-benar di ambang batas kemanusiaan. Rumah hancur, harta benda lenyap disapu arus, sanak saudara banyak yang hilang.

Bahkan, pakaian yang mereka kenakan saat banjir datang menjadi satu-satunya yang tersisa—melekat di badan selama berhari-hari.

Dalam kondisi itu, mereka bertahan delapan hari tanpa makanan yang layak dan mengalami kesulitan menunaikan sholat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kepedihan tersebut, Erwinsyah JZ 02 AUE datang dengan ketulusan bersama sang istri, Ibu Juli Hartati,

Ia menyerahkan bantuan perlengkapan sholat kepada Ibu Neneng dan putrinya, Annisa, keluarga korban banjir asal Jalan Rantau Bukit Tempurung, Lorong Masjid, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, yang kini mengungsi di Jalan Pelita I, Medan Perjuangan.

Sejak banjir bandang merenggut kampung halaman mereka, keluarga ini hidup dalam keterbatasan ekstrem. Tak ada pakaian ganti, tak ada harta yang tersisa. Lebih menyayat, ibadah pun terhambat karena sajadah, mukena, dan sarung hanyut bersama arus banjir.

Melihat kondisi itu, Erwinsyah JZ 02 AUE tergerak. Tanpa banyak kata, ia datang membawa bantuan yang mungkin terlihat sederhana, namun memiliki makna besar: mengembalikan kesempatan korban untuk kembali bersujud dengan layak di tengah keterpurukan.

Momen penyerahan bantuan berlangsung haru. Air mata Ibu Neneng tak terbendung saat menerima perlengkapan sholat tersebut. Baginya, kehadiran Erwinsyah JZ 02 AUE adalah bukti bahwa di saat mereka nyaris putus asa, Allah menghadirkan pertolongan melalui tangan orang-orang baik.

Aksi kemanusiaan Erwinsyah JZ 02 AUE bersama Ibu Juli Hartati ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan empati masih hidup.

Di tengah bencana yang merenggut segalanya—bahkan hingga pakaian hanya tersisa di badan—uluran tangan tulus mampu membangkitkan kembali harapan dan kekuatan iman.(red)

Berita Terkait

Raih Predikat WBK, Bapas Palangka Raya Siap Jadi Agen Perubahan Reformasi Birokrasi
Antisipasi Lonjakan Kunjungan, Kalapas Lubuk Pakam Pimpin Rapat Pengamanan
Ka KPLP Edison Tambunan Klaim Sudah Musnahkan, Publik Pertanyakan Nasib Ratusan HP Diduga Alat Penipuan Lodes dan Narkoba di Lapas Siborongborong
Tak Tenang Sebelum Menyapa Korban, Erwinsyah JZ 02 AUE–Istri Menyusuri Kawasan Bencana Salurkan Bantuan 
Bangun Kolaborasi, Bupati Kapuas dan Perangkat Daerah Sambangi Bapas Kelas I Palangka Raya
KAKANWIL IMIGRASI SUMUT TEODORUS SIMARMATA PAPARKAN DERETAN INOVASI GEMILANG DALAM REFLEKSI AKHIR TAHUN 2025
Lapas Kelas IIA Binjai Tingkatkan Pengamanan Jelang Natal dan Tahun Baru, Ka. KPLP Rudi Sembiring Pimpin Kontrol Brandgang
FSP PP-SPSI Se Indonesia Berikan Bantuan Sosial Kemanusiaan Di Berbagai Lokasi Bencana Alam

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 17:54 WIB

DPP PCN Kukuhkan Samsuri, S.Pd.I., M.A. sebagai Calon Presiden Republik Indonesia

Senin, 17 November 2025 - 15:00 WIB

Praktisi Hukum H Ari Ungkap Dugaan Pelanggaran Etika Ketua KPID Sumut dalam Seleksi Dirut PUD Pasar Medan

Jumat, 10 Oktober 2025 - 19:55 WIB

PW GPA DKI : Kebijakan Kakorlantas Patut Di Acungi Jempol Berani dan Berhasil Menghapus “Tot Tot Wuk Wuk” di Jalanan

Senin, 22 September 2025 - 14:20 WIB

Publik Nilai Langkah Kakorlantas Bekukan Sementara Penggunaan Sirene dan Rotator Adalah Keputusan Tepat dan Aspiratif

Kamis, 30 Maret 2023 - 19:21 WIB

Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Berita Terbaru